Penganut kapitalisme mengedepankan ego pribadi meraut kekayaan sebesar-besarnya tanpa menghiraukan kepentingan publik. Orientasi ekonomi kapitalis hanya untuk pemenuhan kebutuhan secara pribadi. Proyeksi utama bagi mereka yaitu memupuk modal dan mendominasi pasar. Upaya-upaya demikian dapat terwujud oleh beberapa faktor pendukung, salah satunya negara. Kita harus percaya pada ungkapan Galbraith bahwa korporasi modern menerapkan kekuasaan melalui pemerintahan. Para kaptialis tetap membutuhkan keterlibatan negara untuk fasilitasi setiap produk yg dipasarkan. Biasanya, tukar tambah kedua belah pihak didasarkan pada distribusi kekuasaan dan profit. Kapitalis berani mensponsori negara bahkan merekayasa demi mengatasi kemungkinan terjadinya disintegrasi sosial, perlahan mereka dapat menyembelih denga halus melalui kaki tangannya.
Kekuatan kapitalisme saat bercokol pada suatu negara dengan memainkan kebijakan-kebijakan memuluskan tujuan mereka, pemerintah tidak difungsikan merealisasikan tujuan-tujuan politik melainkan untuk mengatasi persoalan teknis. Praktik ekonomi diperlukan sikap kejujuran dan keterbukaan.